Kiat Sukses Berinteraksi Dengan Al-Qur’an (9); Berinteraksi dan Mentadabburkan Al-Qur’an Secara Aplikatif (15)

09/04/2010 22:55



Kirim Print

masjid15.   Memperluas Penafsiran Al-Quran Yang Mencakup Sirah Dan Kehidupan Para Sahabat

Sebagian pelajar dan pemerhati Al-Quran terbatas pengetahuannya dalam menafsirkan pada jaman Rasulullah saw dari sisi teori saja sehingga mereka mencarinya dalam kitab-kitab hadits dan kitab-kitab tafsir bil ma’tsur yang terdapat pada riwayat-riwayat dan hadits-hadits dari Rasulullah saw yang berhubungan dengan penjelasan makna ayat Al-Quran atau hukum Al-Quran dan sebagian mereka ada merasa cukup dengan itu semua sebagai contoh dari tafsir Rasulullah saw, kemudian setelah menuju kepada pendapat dan ucapan para sahabat dalam menafsirkan Al-Quran, mereka membatasinya pada penjelasan dari para sahabat terhadap makna kalimat yang asing atau tentang asbabun nuzul (sebab-sebab turun ayat) saja, penjelasan tentang hukum, tentang ayat-ayat nasikh dan mansukh atau lain sebagainya…riwayat-riwayat ini dapat kita temukan dalam kitab-kitab hadits dan sunah. Seperti yang termaktub dalam kitab-kitab tafsir bil ma’tsur; yaitu kitab “Al-Jami’ Al-Bayan”, Imam Thobari, kitab “Tafsir Al-Quran Al-‘adzim” Imam Ibnu Katsir, dan kitab “Ad-Dur Al-Mantsur Fi Tafsir bil Ma’tsur” Imam Suyuthi…

Sesungguhnya tafsir di jaman Rasulullah saw dan para sahabat tidak terbatas pada sisi teori saja karena mereka tidak membatasinya seperti itu, betapa kerugian yang menimpa kita kalau kita membatasi pada teori saja…padahal mereka –Nabi dan para sahabat- paling jeli terhadap Al-Quran daripada kita, lebih banyak memahami tujuan diturunkannya Al-Quran daripada kita, lebih erat ikatan dan ketergantungannya dengan Al-Quran daripada kita, dan paling gigih dalam berinteraksi dan mempraktekkan isi kandungan Al-Quran dari pada kita, namun mereka juga menjadikan petunjuk-petunjuk teoritis kepada hakekat-hakekat yang hidup sehingga mereka menjadi gambaran yang nyata dan hidup terhadap nash-nash Al-Quran dan ayat-ayatnya…

Tafsir pada jaman Rasulullah dan para sahabat mencakup pada berbagai aspek ;

1. Aspek teori yaitu seperti yang kita telah sebutkan sebelumnya;

2. Aspek amali dan praktek; yaitu bahwa Rasulullah saw hidup dengan Al-Quran secara amali, beliau sangat bersemangat dalam mengamalkan petunjuk-petunjuk dan hukum-hukum yang terdapat di dalamnya, melaksanakan perintah-perintah dan kewajiban-kewajiban yang diisyaratkan olehnya, seakan sejarah kehidupan dan amalnya merupakan tafsiran pertama terhadap ayat-ayat Al-Quran…karena itu Sayyidah Aisyah RA yang mulia dan cerdas, luas akan pandangan dan wawasannya saat menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya tentang akhlak Rasulullah saw, beliau berkata : “Akhlak beliau adalah Al-Quran” seakan sesuai dengan apa yang k ita isyaratkan bahwa sirahnya, kehidupannya,  akhlaknya dan prilakunya merupakan tafsiran dari petunjuk ayat-ayat Al-Quran…

Dan dengan pemahaman tafsir ini kita bisa melihat akan adanya hubungan para sahabat dengan Al-Quran, antusiasme mereka dalam hidup secara nyata berinteraksi dengan Al-Quran setiap hari, mereka adalah generasi yang unik  yang begitu giat berinteraksi dengan Al-Quran secara nyata, Al-Quran hadir dalam kehidupan mereka.

Mungkin kita bisa mengambil intisarinya dari gambaran hidup yang sempurna adalah karena interaksi para sahabat dan ketinggian iman mereka, komitmen amali mereka, kekhilafan dan kesalahan mereka yang langsung diperbaiki oleh Al-Quran saat itu juga…Seseorang yang mempelajari sebab-sebab turunnya ayat dalam sejarah kehidupan Rasulullah saw, baik dalam perang dan jihadnya, dan kitab yang menceritakan tentang kehidupan para sahabat, peringkat dan derajat mereka…akan didapati banyak sekali kemuliaan, yang membenarkan bahwa kehidupan mereka adalah tafsir amali ayat-ayat Al-Quran…kenapa kita menjauhi harta karun yang begitu berharga ini, yang hanya puas dengan lafadz-lafadz dan kalimat-kalimat yang dinukil dari tafsir Al-Quran saja ? padahal banyak dari kitab tersebut yang belum jelas kebenarannya ?

Maka dari itu ketika para pembaca dan pemerhati Al-Quran hendaknya memperluas wawasannya terhadap Al-Quran, memasukkan di dalamnya setiap sejarah kehidupan Rasulullah saw dan kebiasaannya, perilaku dan akhlaknya, dan seluruh kehidupan para sahabat yang diriwayatkan secara benar tentang interaksi mereka dengan Al-Quran, kesungguhan dan kegigihan mereka untuk bisa bertahan di atas bentang yang diberikan kepada mereka; yaitu Al-Quran…dan pada saat itu juga pembaca akan dapat mengambil faedah yang banyak sekali; baik secara tafsiriyah(ilmu tafsir), tarbawi –pendidikan-, sulukiyah –prilaku-, imaniyah –keimanan dan amaliyah –praktek…

Back

Poll

Do you like our website me ?

Yes (128) 90%

No (6) 4%

Nothing (9) 6%

Total votes: 143

Search site

=====****INDAHNYA BERBAGI****====