UNTUK GENERASI MUDA ISLAM

24/02/2010 10:05

Assalamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh.


Ikhwaanii wa Ahwaatii rahiimakumullaah.

Sungguh perintah dari ayat al-Qur’an yang turun kali pertama, iqro menyiratkan makna luar biasa untuk kita paham apa sebenarnya yang diagendakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bagi kaum Muslim kelak. Rasa pesimis dan keterpurukan kaum Muslim saat ini bukan semata-mata agenda Allah subhanahu wa ta’ala, melainkan karena banyak kaum Muslim yang luput membaca (iqro) tanda-tanda zaman yang telah berubah dari generasi ke generasi. Kaum Muslim harus bergerak untuk memperbaiki masa depannya sendiri seperti yang telah diungkapkan al-Qur’an serta prediksi-prediksi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Ghirah atau semangat untuk memperoleh kepahaman ini mestilah dialirkan kepada generasi yang lebih muda. Bangsa Yahudi telah memahami ini sehingga yang paling telak dihancurkan oleh mereka adalah pola pikir, semangat, serta ilmu generasi muda Muslim – baik disadari atau tidak. Kebangkitan generasi Islam adalah sebuah ancaman bagi Yahudi maupun bangsa Barat pada umumnya karena mereka menyadari dahsyatnya Islam kalau penganutnya sudah paham dan memiliki kesepahaman yang sama serta utuh!

Umat Islam GIGIH seperti yang disebutkan Aa Gym, yaitu memiliki kekayaan Ghirah, Input (ilmu), gagasan, Ibadah, dan hati. Jika GIGIH sudah terlampaui, kaya harta (ekonomi) pun sudah terwujud dan kekuatan ekonomi mampu menempatkan kaum Muslim memiliki bargaining position yang luar biasa di dunia ini. Kaum Muslim tidak akan mudah di fitnah, dilemahkan, dipojokkan, ataupun di intimidasi oleh musuh-musuh Islam. Dalam konteks inilah kaum muslim membutuhkan generasi pembela Islam (mujahid) yang betul-betul paham apa yang sedang dibelanya. Karena itu, semangat iqro harus diinjeksi ke dalam pikiran generasi muda Muslim ibarat virus yang bisa menyembuhkan atau memberikan kesadaran baru tentang kebenaran dan kesempurnaan Islam.


Adalah Paus Benediktus XVI, pemimpin tertinggi umat Katolik, yang melontarkan pandangan sinis terhadap umat Islam dalam khotbahnya di Universitas Regensburg, Jerman. Si Paus mengutip ucapan Kaisar Byzantium abad ke-14, Manuel II Palaeologus tentang ajaran kekerasan dan jihad yang disebarkan Nabi Muhammad saw.

Fenomena Paus yang melontarkan pandangan sinis kepada kaum Muslim bukanlah hal yang luar biasa, melainkan suatu yang terus dan terus terjadi, termasuk penghinaan terhadap sosok nabi Muhammad saw. Dengan kesadaran terhadap eksistensi akidahnya, umat Islam tentu akan membela dengan berbagai cara. Namun, dalam hal ini, utamanya generasi muda Islam tentu harus memiliki kepahaman dan kesepahaman yang utuh tentang Islam itu sendiri sehingga mereka bisa membungkam tuduhan miring kepada Islam, baik tudingan secara intelek maupun yang tidak intelek.


Masa muda memang masa yang sangat bernilai, tidak terganti dan tidak akan terulang, segala potensi, minat, bakat, kemauan, dan kemampuan berkumpul di dalamnya, bahkan, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pada masa ini seorang manusia mulai mengawali kehidupan yang sebenarnya. Kondisi seperti ini tentu mensyaratkan adanya sebuah guidance (bimbingan).

Kaum Muslim memang harus memiliki kesepahaman bahwa Islam bukan sekedar symbol-simbol belaka, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk amal yang nyata. Perasaan, pikiran, dan tingkah lakunya harus memiliki warna (sibghah) Islam dengan landasan syariat yang benar.

Apabila nilai-nilai Islam sudah terealisasi dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam aspek akidah, ibadah, muamalah, dan sebagainya, niscaya kebangkitan umat ini akan segera terwujud.

Adalah janji Allah bahwa Islam akan memenangkan semua ideologi dan agama yang ada di dunia ini, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaf : 9, “Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.”

Akan tetapi, apakah semua pemeluknya kita sudah siap untuk berjuang membela Islam? Inilah yang perlu ditanyakan, utamanya kepada kaum muda. Mengapa kepada kaum muda? Karena sebuah perjuangan hampir mustahil sukses tanpa kiprah kaum muda. Sejarah membuktikan betapa Rasulullah menguatkan lini pemuda pada masa awal dakwahnya.

Dalam hal ini, ada baiknya kaum muda mulai mengevaluasi diri tentang sejauh mana kecintaannya kepada Islam? Apabila kita siap memenangkan Islam, kita harus setulus hati mencintainya karena dengan ketulusan cinta pengorbanan bukan suatu yang ditakutkan. Kaum muda yang mempunyai semangat seperti ini akan berpegang teguh kepada prinsip hidupnya dan bangga menjadi seorang Muslim serta siap membela Islam.

Jika itu terjadi, umat Islam akan memperlihatkan peranannya sebagai umat rahmatan lil’alamin. Kehidupan yang tenang, aman, makmur. Bukan saja untuk umat Islam, melainkan juga untuk seluruh umat manusia. InsyaAllaah…

Allah subhanahu wa ta’ala kita tercinta yang telah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS.Muhammad {47}: 7).
hanya setitik debu yang bisa ku korbankan demi Agama ini semoga bermanfaat
Semoga cuplikan tulisan singkat ini dapat menghentak keterlenaan kaum muda Islam yang (mungkin) selama ini telah terjangkit virus Wahn, wallahua’lam bish-showab.


Barakallahu fiikum,
Wassalamu’alaykum wr.wb.

Back

Poll

Do you like our website me ?

Yes (128) 90%

No (6) 4%

Nothing (9) 6%

Total votes: 143

Search site

=====****INDAHNYA BERBAGI****====